Jagat Play
Ubisoft resmi mematikan sementara server Rainbow Six Siege beserta marketplace untuk semua platform. Keputusan ini diambil setelah muncul laporan mengenai adanya “insiden” yang diduga kuat sebagai peretasan (hack) berskala besar, hingga berdampak langsung pada akun dan ekonomi di dalam game.
Masalah ini muncul ke permukaan setelah komunitas melaporkan berbagai kejanggalan. Sejumlah pemain mendapati akun mereka dibanjiri item langka, termasuk skin khusus developer yang seharusnya tidak bisa diakses publik, serta miliaran kredit in-game dengan nilai setara puluhan ribu dolar. Di saat yang sama, sebagian pemain justru mengalami ban (blokir) mendadak, bahkan muncul pesan aneh berskala server yang berisi lirik lagu dan pernyataan kontroversial.
Update: Siege and the Marketplace have been intentionally shut down while the team focuses on resolving the issue. https://t.co/7k6Jsa5CiM
— Rainbow Six Siege X (@Rainbow6Game) December 27, 2025
Melalui pernyataan resmi via tweet, Ubisoft menyebut kejadian ini sebagai sebuah “insiden” belaka dan katakan tim mereka telah melakukan investigasi, sebelum akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh layanan Rainbow Six Siege, termasuk sistem marketplace. Menariknya, pihak Ubisoft tidak secara eksplisit menyebut kejadian ini sebagai peretasan; sebuah pilihan kata diplomatis yang langsung memicu perdebatan di kalangan pemain mengingat skala dan dampaknya.
Hingga kini, belum ada kejelasan terkait hingga kapan shutdown berlangsung, maupun pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, melihat besarnya kerusakan, terutama pada sistem ekonomi dan integritas akun, langkah penutupan server dinilai sebagai opsi paling aman untuk mencegah dampak lanjutan.
Situasi ini datang di waktu yang sangat tidak ideal, mengingat musim liburan akhir tahun biasanya menjadi periode ramai pemain kembali ke Rainbow Six Siege, baik untuk pemain casual maupun kompetitif. Namun dengan potensi risiko yang belum sepenuhnya dipahami, penutupan sementara ini kemungkinan menjadi langkah pahit yang perlu, sementara Ubisoft berupaya memulihkan keamanan dan kepercayaan pemain.
Bagaimana menurut Anda mengenai adanya serangan berskala masif terhadap Ubisoft tersebut? Apakah Anda termasuk pemain Siege yang terkena dampaknya? Bicara soal serangan hacker, ARC Raiders, Nintendo, bahkan sampai Stellar Blade juga sempat menjadi korban pada 2025 ini.
Comments
More Articles
Tips dan Trik Bertahan Bermain Solo vs Squad di Free Fire
Update Counter-Strike Kacaukan Pasar Skin, Timbulkan Kerugian Besar
Phantom Blade Zero Dapatkan Tanggal Rilis Resmi di TGA 2025
Elden Ring: Nightreign Akan Dapat DLC Sebelum Tahun Fiskal 2025 Berakhir
Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik
Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan
Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin
Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025
Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik
Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan
Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin
Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu
Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik
Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo
Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!
Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!
© JagatReview | 2010-2026